Komoditas Idola di Tahun 2008

23 01 2008

Setelah mendulang kesuksesan di tahun 2007, kenaikan harga komoditi pertambangan di 2008 diprediksi tidak akan beda jauh dengan 2007. Sejumlah komoditas akan tetap menjadi idola investasi. Namun berbagai kendala di tahun 2007 juga masih akan menghadang sektor komoditas di tahun 2008. Pengawasan pemerintah pun akan semakin ketat. Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon F Sembiring memaparkan kondisi sektor pertambangan di tahun 2008. Perbincangan ini berlangsung di ruang kantornya, Rabu (2/1/2008) sore. Di 2008, apakah trend kenaikan harga komoditi masih akan terjadi sedrastis 2007?Nggak bisa diprediksi, boleh ya boleh tidak. Ekpektasi is eskpektasi. Boleh saja kau berhitung dari A sampai Z. Tapi banyak faktor yang nggak bisa kita kontrol. Ada nggak yang bisa prediksi tidak ada perang? Kalau hitungan moderat, meskipun turun tidak akan drastis. Seperti emas sekarang US$ 350, kalaupun turun paling US$ 380. Nggak mungkin jadi US$ 200. Kecenderungannya? Logam tetap akan naik karena kebutuhan yang juga naik.

Sekarang anak SD udah punya handphone. Laptop tiap tahun ganti. Bagaimana perkembangan sektor tambang Indonesia di 2008? Kita harapkan investasi, dengan RUU yang baru jalan, iklimnya jadi bagus. Investor makin mau eksplorasi. Kedua, makin kita tertibkan, makin efisien dan optimal. Batubara nggak amburadul lagi, PETI kita tekan. Harganya pun bisa naik. Komoditi idola tahun ini apa? Batubara sudah pasti naik, karena untuk energi. Makanya Jepang langsung teriak-teriak. Juga India dan Filipina. Kenapa mereka cinta batubara Indonesia, karena walau kalorinya medium, karena konten sulfurnya rendah, debunya juga rendah, makanya menarik. Jepang kan cinta lingkungan. Lebih bagus dari Australia punya. Malah kalau bisa kita mainkan harganya. Timah juga masih dominan, nikel apalagi. Bicara nikel, itu kan utntuk chemical, campuran baja, steel. Jadi makin banyak orang bangun pabrik, demandnya makin banyak. Pembatas jalan, rel kereta api. Makin maju orang, makin banyak kebutuhan metalnya. Akan lebih kinclong dari 2007? Kalau saya lebih konservatif, tidak beda jauh dengan 2007. Mungkin nanti setelah 2009 baru ada slow down-nya setelah Olimpiade selesai.

Memang dua raksasa ini yang berpengaruh, China dan India. Sudah ada investor yang ancang-ancang masuk di 2008? Yang pasti, kontrak terakhir yang kita harapkan adalah Jogja Mining itu. Sudah ke DPR. Rio Tinto….saya nggak tahu ini gimana, kok gak selesai-selesai bicara pajak. Saya agak pesimis itu bisa ngejar. Karena kalau RUU Minerba disahkan,tidak ada lagi kontrak. Sekarang masih bicara soal pajak. Setelah pajak selesai kita kirim ke DPR. Selain pajak, Bupati juga keluarkan KP-KP lain lagi disitu. Kalau negosiasi Rio Tinto tidak juga selesai meski RUU Minerba disahkan? Apa boleh buat. Harus mengajukan sebagai izin? Iya, tapi ijin kan langsung ke Bupati. Lebih singkat. Tapi kalau daerahnya antar bupati, ijinnya ke propinsi, kalau antar propinsi, ke pusat.

Kendala dan peluang 2008? Peluangnya, masih banyak KP (Kuasa Pertambangan) yang harus ditertibkan , sehingga bisa meningkatkan penerimaan negara. Kedua, kebutuhan dunia yang makin meningkat. Ketiga, kalau sudah ada kepastian hukum, orang kan makin tertarik. Kendalanya kita koordinasi tentu harus diefisienkan , terutama masalah pungutan-pungutan itu. Kalau ada tagihan atau tuntutan daerah, kan gak susah cek ke Depdagri, kirim surat saja, kalau kami (perusahaan) dipungut ini itu. Ada langkah tegas ke bupati? Yang ngawasin kan Depdagri. Saya kan nggak ngerti, saya kan tidak di daerah. Harusnya perusahaan bertanya. Kan gampang tinggal tanya, kalau nggak tanya jangan bayar. Kalau dipaksa ajukan ke polisi. Kadang-kadang, basmi KKN, tapi nggak ada yang mau, pengusaha pun nggak mau. Tapi ribut saja melulu! Ada perusahaan yang takut nantinya dipersulit. Kalau nggak punya kesadaran, jangan ngomel dong. Kan bayarnya sadar, jangan ngedumel!

Apa resolusi 2008? Target untuk sektor ini? Penerbitan KP-KP yang bisa berdampak ke penerimaan negara. Jadi bisa tertata semua. Kita juga kan sudah tandatangani green mining. Jadi nggak ada lagi tambang-tambang yang tidak bertanggung jawab. Kalau ada? Tangkapin aja. Kalau itu merusak lingkungan, tangkap aja. Ada UU-nya. Kita terapkan itu. Makanya harus kerjasama dengan polisi. Bupati juga kita harapkan, karena dia yang beri izin, diawasin dong. Jangan izin melulu dikasih, nggak ada pengawasan, Kontribusi ke negara kita naikan. Sekarang kita nggak boleh lagi jor-joran. Dikasih izin terus. Kita tertibkan. Kami kerjasama juga dengan Departemen Perdagangan, ada survei ekspor. PETI (pertambangan illegal) juga sudah harus kita lawan habis-habisan. Jadi 2008 memang fokus di pengawasan. Juga kerjasama dengan lingkungan. Good mining practice itu kita terapkan. Pedoman-pedoman ini kita siapkan.

linux.jpg


Aksi

Information

2 responses

27 01 2008
internationalcourier

Thanks infonya, berguna bangt bagi saya yang bekerja di bidang international forwarding

3 09 2008
loans932

hey🙂
its very reasonable point of view.
Nice post.
realy good post

thank you😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: