Investor RI Lebih Suka Cari Aman

24 01 2008

Investor Indonesia memiliki karakter yang tidak berani nekat. Mereka umumnya memilih investasi yang aman dengan risiko sedang atau rendah. Misalnya adalah uang tunai atau deposito, mata uang asing, emas dan properti lokal yang merupakan jenis investasi paling populer. Demikian Index Sentimen Investor ING yang dirilis Kamis (24/1/2008). Index Sentimen Investor ING dilakukan berdasarkan analisa survei triwulanan yang diprakarsai oleh ING dan dilaksanakan oleh perusahaan riset independen, TNS. Dengan adanya ketidakpastian ekonomi, sebagian investor dalam tiga bulan terakhir mulai menggeser investasinya dari yang lebih berisiko seperti saham ke pilihan investasi yang lebih aman seperti emas, REIT dan reksa dana. Investasi emas dan REIT meningkat dua kali lipat  di Hong Kong.  Sementara investasi reksa dana meningkat di 8 dari 12 pasar khususnya Australia dan Korea masing-masing melonjak jadi 42% dan 73%.

Untuk di Indonesia, properti telah menjadi investasi favorit, dengan 48% dari modal mereka diinvestasi di properti, sementara alokasi investasi untuk uang tunai/deposito hanya 22% dan emas sebesar 14%. Sebagai perbandingan, untuk survei gelombang pertama ING, investasi properti porsinya hanya 15%, uang tunai/deposito sebesar 25% dan emas 15%.  Preferensi pilihan investasi ini menunjukkan pendekatan investasi investor Indonesia yang konservatif dan seimbang, yang ditunjukkan dengan 37% responden lebih memilih strategi investasi dengan jangka waktu panjang. Sementara 48% memilih strategi yang menyeimbangkan antara pertumbuhan jangka menengah dan panjang dengan tingkat pendapatan yang stabil.

Namun investor Indonesia lebih positif untuk berinvestasi di pasar saham dengan 36% responden percaya pasar ini akan meningkat dalam waktu dekat (survei gelombang pertama hanya 25%). Salah satu faktor pendukung dari optimisme ini adalah kinerja IHSG yang kuat dan berhasil menjadi indeks dengan kinerja terbaik di Asia dan Pacific setelah bursa Shenzen dan Shanghai Cina. Dengan pasar modal yang bergairah, ING menilai prospek IPO akan semakin baik ke depan antara lain ditandai oleh 6 perusahaan BUMN yang berencana IPO pada tahun 2008. Berdasarkan survei kali ini ada kenaikan minat yang signifikan terhadap IPO. Jika hanya 5% responden yang telah berinvestasi pada IPO dalam tiga bulan terakhir, 23% responden mengklaim akan berinvestasi pada IPO di masa mendatang. Kepercayaan ini diharapkan dapat terus meningkat berkat diluncurkannya peraturan baru oleh pemerintah yang memberikan insentif pajak 5% untuk perusahaan atau institusi yang akan melakukan IPO. “Dengan kondisi positif seperti ini, pasar modal akan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Robert Scholten, Presdir PT ING Securities Indonesia


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: