Putusan The Fed Belum Mampu Gairahkan Wall Street

31 01 2008

Keputusan Bank Sentral AS menurunkan suku bunga 50 basis poin menjadi 3% belum mampu mengangkat lagi Wall Street. Saham-saham di Wall Street justru kembali ke teritori negatif setelah melalui perdagangan yang sangat volatile.  Pada perdagangan Rabu (30/1/2008), indek Dow Jones akhirnya melamah 37,47 poin (0,3%) ke level 12.442,83. Indeks Nasdaq turun 9,06 poin (0,38%) ke level 2.349. Saham-saham bergerak negatif justru setelah Bank Sentral AS menurunkan suku bunga 50 basis poin menjadi 3% untuk membantu menggearkkan perekonomian. Menurut analis dari briefing.com dan dikutip dari AFP, aksi jual di jam-jam terakhir perdagangan terjadi setelah adanya laporan yang menyatakan adanya penurunan kredit dari sejumlah penjamin obligasi, yang merupakan kunci utama dari sistem finansial. “Aktivitas jual terjadi secara cepat akibat adanya perkembangan ini,” ujar analis dari Briefing.com. Padahal semula saham-saham bergerak menguat setelah The Fed menurunkan suku bunga lagi, menyusul langkah darurat penurunan suku bunga 75 basis poin pada 21 Januari lalu. Pelemahan di Wall Street mengular ke bursa-bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Kamis (31/1/2008) dibuka langsung melemah 117,55 poin (0,88%) ke level 13.227,48. Sentimen negatif tersebut bisa ikut mendorong IHSG di BEI ke teritori negatif. Investor kembali memasang alarm waspada ditengah kondisi pasar finansial global yang kembali mendapat sentimen negatif dampak dari krisis subprime.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini

Optima Securities:
Indeks  kembali ditutup hanya menguat tipis 2 poin  belum mampu menembus level psikologis 2.650. Investor memang terlihat  cukup hati-hati menahan diri terlihat dari nilai transaksi yang hanya berkisar Rp 4,8 triliun disamping bursa Asia yang justru melemah. Investor seluruh dunia menanti keputusan The Fed apakah jadi menurunkan 50 bps, 25 bps atau justru tetap menahan suku bunga pada posisi 3,5% .Bila penurunan sesuai dengan ekspektasi pasar  maka diperkirakan indeks akan rally kembali dan sebaliknya terkoreksi jika penurunannnya kurang dari 50 bps. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 2.590-2.660 dengan saham pilihan: ANTM, LSIP, TINS, UNTR dan AALI.

Bhakti Investama:
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup relatif stagnan +0,10% menjadi 2,610 menunggu besaran penurunan suku bunga Federal Fund Rate (FFR) oleh Bank Central Amerika, The Fed. Jika penurunan FFR sesuai ekspektasi sebesar 0,5% maka indeks berpeluang kembali menguat, namun jika lebih kecil dari itu maka ralli indeks akan segera berakhir.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: