Regional Masih Warnai Bursa Pekan Ini

5 02 2008

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini masih didominasi faktor regional terkait pengaruh berbagai upaya kebijakan untuk menolong perekonomian Amerika Serikat. Selain itu, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia soal BI Rate, dalam pertemuan Rapat Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 6 Februari ini.Pekan lalu pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, mengalami pekan terbaiknya dalam 5 tahun terakhir ini. Indeks Dow Jones industrial average  naik 4,4 persen dan indeks Standard & Poor’s 500   naik 4,9 persen, merupakan pekan terbaik kedua acuan Wall Street tersebut dalam 5 tahun terakhir ini. Sementara Indeks Komposit Nasdaq yang naik 3,8 persen menjadikan pekan ini sebagai pekan terbaik dalam hampir 18 bulan ini.

Dalam perdagangan Jumat (1/1) waktu setempat, Wall Street kembali ditutup naik dengan didorong penawaran Microsotf Corp terhadap Yahoo Inc sebesar 44,6 miliar dollar AS, meski ada berita jumlah penganggur di AS meningkat 17.000 orang pada Januari 2008, yang merupakan penurunan pertumbuhan pasar tenaga kerja yang pertama sejak 2003. Dow Jones industrial average naik 92.83 poin (0,73 persen) ke 12.743,19. indeks Standard & Poor’s 500 naik 16,87 poin (1,22 persen) menjadi 1.395,42. Nasdaq Composite Index meningkat 23,50 poin (0,98 persen) ke 2.413,36.

Minggu lalu Bank Sentral AS, Federal Reserve (the Fed) kembali memangkas suku bunga jangka pendeknya sebesar 50 basis poin menjadi 3 persen, setelah sebelumnya memotong 75 basis poin. Kemudian usulan paket stimulus ekonomi dari Presdein AS George W. Bush sudah disetujui Kongres, DPR AS dan juga Komite keuangan Senat. Pekan ini paket tersebut dijadwalkan akan melalui pembahasan secara menyeluruh oleh Senat.

Dengan kembali turunnya suku bunga fedfund, ada peluang BI mengikuti langkah the Fed yang banyak diikuti oleh bank sentral negara-negara lain tersebut. Namun pemerintah, seperti disuarakan Menteri Perekonomian Boediono, berharap agar BI tidak ikut-ikutan latah untuk menurunkan BI Rate, karena kebijakan suku bunga tidak hanya tergantung dari faktor eksternal tetapi juga faktor internal di dalam negeri terutama menyangkut inflasi.

BI sendiri, seperti ditegaskan Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Made Sukada, akan lebih mencermati faktor inflasi yang saat ini masih tinggi, sedang perubahan level bunga the Fed merupakan salah satu variabel yang dipantau untuk kebijakan moneternya. Inflasi Januari 2008 mencapai 1,77 persen, merupakan inflasi bulanan terbesar dalam 5 tahun terakhir. Tingginya angka inflasi terutama disebabkan kenaikan harga bahan makanan.

Pekan lalu, IHSG naik 26,328 poin (0,99 persen) menjadi 2.646,821, dalam perdagangan yang fluktuatif, dengan didukung dari sektor pertambangan dan perkebunan. Sedang indeks 100 Saham pilihan Kompas (Kompas100) naik 8,371 poin (1,25 persen) ke posisi 667,886. Indeks kelompok 45 saham unggulan LQ45 naik 10,411 (1,82 persen) ke 573,240. Demikian juga Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 4,0674 poin (0,85 persen) jadi 476,969.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: