Saham Malaysia diduga turun pasca-Pemilu

10 03 2008

Saham-saham Malaysia diperkirakan bergerak turun setelah pemerintah koalisi yang berkuasa kehilangan porsi mayoritasnya.

Hampir semua saham diduga turun, termasuk perusahaan milik negara, UEM World Bhd. Sebab Pemilu Malaysia mengalami kemelut karena dua pertiga dari total kursi pemerintah di parlemen yang telah dipegangnya selama 34 tahun hilang.

Sementara itu, koalisi Barisan Nasional mempertahankan kendali atas perekonomian terbesar ketiga di Asia Tenggara pascapemilihan yang berlangsung 8 Maret silam tersebut, berkurangnya porsi mayoritas dan kehilangan kekuasaan di lima dari 12 negara bagian. Hal ini diperkirakan akan mengakibatkan proyek infrastruktur yang disponsori pemerintah berhadapan dengan penyelidikan yang lebih ketat, demikian dikatakan Mustaq Ibrahim dari Amanah SSCM Asset Management Bhd.

“Kami tengah memasuki wilayah yang tidak dikenal,” kata dia. “Investor asing mungkin akan bereaksi negatif. Mereka selama satu bulan terakhir ini melakukan aksi jual berkaitan dengan faktor-faktor eksternal. “Sekarang mereka berhadapan dengan isu domestik ini yang bakal menambah kekhawatiran mereka.”

Saham-saham yang terkait dengan pemerintah seperti Malaysian Resources Corp. dan UEM, yang tengah mengelola sebagian di antara proyek-proyek infrastruktur terbesar Malaysia sebagai bagian dari program belanja pemerintah senilai 200 miliar ringgit ($63 miliar), diperkirakan akan tergelincir, kata Mustaq.

Indeks komposit Kuala Lumpur mencatatkan kemerosotan 15% dari rekor tertingginya yang dibukukan 11 Januari silam terkait kekhawatiran bahwa resesi di AS bakal menekan pertumbuhan ekonomi lokal. AS merupakan mitra dagang terbesar Malaysia.

Barisan Nasional berhasil meraih 140 dari 222 kursi di parlemen, sementara pihak oposisi 82 kursi, demikian menurut data terakhir dari Komisi Pemilihan. Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi mengatakan, kemarin, dia tidak akan mengundurkan diri karena dia mendapatkan dukungan dari para pemimpin partainya, demikian menurut kantor berita Bernama.

“Ini merupakan ‘tamparan di muka bagi Abdullah dan pemerintah’,” kata Pankaj Kumar dari Kurnia Insurans Bhd. di Petaling Jaya. “Pasar bakal kecewa. Pemerintah benar-benar harus merebut kembali kepercayaan rakyat.”

UEM dan China Harbour Engineering Co. tengah membangun jembatan terpanjang di Asia Tenggara di pesisir Barat Malaysia yang bakal menghubungkan pulau Penang dengan semenanjung Malaysia, sementara Malaysian Resources tengah mengembangkan kontrak monorail senilai 1,6 miliar ringgit di Penang, yang merupakan salah satu dari lima negara bagian tempat Barisan Nasional kalah dalam pemilu. (one)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: