Perekonomian dunia hadapi resesi terburuk dalam 30 tahun

22 04 2008

giccGovernment of Singapore Investment Corp, pengelola dana dalam mata uang asing yang menginvestasikan US$18 miliar kepada UBS AG dan Citigroup Inc sejak Desember, menyatakan perekonomian dunia menghadapi krisis terburuk dalam tiga dekade terakhir.

“Dunia mungkin menghadapi resesi yang lebih panjang, dalam, dan lebar dibandingkan dengan resesi sebelumnya dalam 30 tahun terakhir,” kata Tony Tan, Deputy Chairman GIC seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Dia menuturkan GIC, dana di luar negeri mencapai US$100 miliar, menghadapi beberapa tahun yang penuh tantangan sejak kontrak kredit global ditemukan 27 tahun lalu.

Pernyataan Tan itu muncul menyusul rencana GIC untuk menanamkan modal lebih banyak lagi di UBS yang mengalami penurunan nilai aset sekitar US$38 miliar.

Industri perbankan diperkirakan menerima pukulan terberat resesi global, kata Guy de Blonay, Direktur New Star Asset Management Ltd perusahaan pengelola saham keuangan senilai US$1,2 miliar.

Pelemahan perekonomian global pada awal tahun memaksa Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi 2008 dari 4,1% menjadi 3,7%.

Potensi dunia terjebak dalam resesi ekonomi, yang berawal dari krisis perumahan AS, dalam proyeksi IMF naik menjadi 25%.

Resesi AS

Sejumlah ekonom bahkan yakin ekonomi AS akan jatuh ke dalam resesi pada semester I/2008. Tingkat keyakinan itu meningkat tajam sebesar 10% dibandingkan dengan survei National Association for Business Economics (NABE) pada Januari.

“Itu perbedaan yang sangat besar. Seluruh survei itu menunjukkan depresi yang tinggi,” ujar Ken Simonson, Kepala Ekonom Associated General Contractors of America sekaligus juru bicara NABE atas survei tersebut.

Dalam perhitungan kasar, resesi terjadi pada saat perekonomian mengalami kontraksi selama enam bulan berturut-turut.

NABE melanjutkan sejumlah ekonom dan publik juga menyatakan pendapat yang serupa dengan pernyataan Pimpinan Federal Reserve Ben S. Bernanke mengenai kemungkinan resesi AS.

Sebagian besar analis, kata Simonson, menjadi sangat pesimistis dengan prospek perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan.

Dari survei NABE itu terlihat sekitar 51% responden memprediksi pertumbuhan ekonomi pada paruh pertama 2008 akan berkisar 0%-1%. Sebanyak 16% responden mematok proyeksinya 1%-2% dan 3% sisanya memprediksi pertumbuhan ekonomi masih bergerak pada kisaran 2%-3%.

Tidak seorang analis yang disurvei NABE percaya pertumbuhan ekonomi AS bisa menembus di atas 3%.

Perekonomian AS hampir mengalami kebuntuan pada kuartal IV/2007 dengan hanya membukukan pertumbuhan sebesar 0,6%.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: