Minyak akan coba tes level 145 dollar AS per barel

2 06 2008

spbuPemerintah akhirnya menempuh kebijakan tidak populer untuk menyelamatkan APBN 2008. Karena tekanan lingkungan ekonomi global yang sangat kuat, pemerintah terpaksa menaikkan harga minyak konsumsi dalam negeri.

Keputusan ini memang tidak menyenangkan banyak pihak. Tetapi pemerintah — katanya — tidak memiliki pilihan lain untuk dapat menyelamatkan APBN 2008 mengingat harga minyak dunia terus meningkat, yang menyebabkan beban subsidi BBM juga tambah naik. Sementara sumber pendapatan pemerintah juga semakin terbatas.

Persoalannya kemudian, apakah keputusan besaran kenaikan harga BBM menjadi Rp2.500 per liter untuk minyak tanah, solar Rp5.500 per liter, dan premium Rp6.000 per liter itu sudah mampu mengakomodasi kenaikan harga minyak dunia menjadi lebih dari US$150 per barel hingga akhir tahun ini?

Hingga saat ini masih sulit diprediksi sampai sejauh mana harga minyak global akan terus bergerak naik. Hingga Jumat pekan lalu, harga minyak jenis light sweet di bursa minyak New York telah menyentuh posisi US$132 per barel sebelum akhirnya turun ke US$131 per barel. Posisi tersebut merupakan harga kontrak berjangka untuk penyerahan 23 Agustus 2008.

Rentang waktu antara Mei hingga Agustus tersebut merupakan masa konsolidasi, di mana pada periode tersebut harga minyak masih akan labil. Dalam masa konsolidasi ini para pedagang minyak akan melakukan perhitungan ulang, sehingga terbuka peluang harga minyak akan stabil dengan kecenderungan sedikit turun hingga akhir bulan ini.

Namun yang perlu diwaspadai adalah harga minyak pada Juni, karena sangat mungkin terjadi para pedagang minyak dunia akan mencoba mendorong harga hingga menembus level US$145 per dolar. Sejauh mana dorongan itu, akan sangat tergantung kepada cadangan minyak di Amerika Serikat maupun sejumlah negara di Northern Teritory. Cadangan minyak di sejumlah negara tersebut akan sangat mempengaruhi ekspektasi para pedagang minyak.

Selain tergantung pada kondisi stok atau cadangan minyak tadi, pergerakan harga dunia juga dipengaruhi oleh datangnya musim dingin pada 2008. Bila musim dingin datang lebih awal dari Oktober-mengingat pengaruh terjadinya perubahan iklim global-maka sangat mungkin dorongan kenaikan harga minyak pada Juni akan lebih kuat. Sebab hingga saat ini sebagian besar stok minyak dunia diserap oleh China yang tengah sibuk menyiapkan penyelenggaraan pesta olah raga dunia Olimpiade 2008.

Dari sisi lain, tampaknya suplai minyak dunia masih akan terus bermasalah dengan terganggunya pasokan minyak dari negara non-OPEC, terutama Suriah. Seperti telah diketahui bersama, kemampuan pasokan minyak dari Suriah mengalami penurunan drastis hingga 800.000 barel per hari karena rusaknya instalasi minyak di Basra. Padahal kebutuhan minyak saat ini mengalami kenaikan hingga 1 juta barel per hari.

Dalam kondisi normal, seharusnya setiap kenaikan permintaan minyak dunia harus sudah dapat diantisipasi 1,5 tahun sebelumnya agar tidak terjadi kelangkaan pasokan. Namun dengan terjadinya masalah pada pusat produksi minyak seluruh dunia, peningkatan permintaan minyak tersebut tidak dapat diantisipasi atau dipenuhi seluruhnya.

Dengan kondisi tersebut maka sangat mungkin dorongan naiknya harga minyak pada Juni akan cukup besar. Kembali ke persoalan dalam negeri, APBN Perubahan 2008 yang sudah disusun pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi berlanjutnya kenaikan harga minyak dunia di paruh kedua tahun ini. Bila tidak, maka kenaikan harga BBM yang diputuskan pekan lalu hanya akan menambah derita rakyat kecil.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: