Saham Tambang Tetap Potensial

21 07 2008

Trennya memang cenderung masih melemah. Tapi, menurut saya, bukan berarti IHSG Senin (21/7) ini sama sekali tak punya daya tarik. Di balik terkoreksinya saham batubara, misalnya, justru tersimpan potensi tersendiri.

Berbagai sentimen negatif masih akan melanda pasar saham. Investor saat ini berekspektasi buruk terhadap harga komoditas setelah minyak turun di bawah level US$ 130 per barel pekan lalu.

Pekan ini pun pasar diperkirakan masih mengkhawatirkan turunnya harga komoditas lain seperti batubara, minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil /CPO), dan logam. Kekhawatiran itu menguat karena kenaikan harga komoditas saat ini dinilai sudah tidak wajar, yaitu hanya untuk spekulasi dan aksi profit taking investor.

Selain itu, pelambatan ekonomi dunia juga memicu turunnya harga komoditas. Dengan melambatnya ekonomi, kebutuhan komoditas berbasis energi praktis menurun. Seperti yang tengah terjadi di China, permintaan energinya menunjukkan penurunan.

Kendati demikian, saham sektor batubara masih menarik untuk dikoleksi pekan ini. Koreksi yang terjadi pada sektor energi ini telah membuka peluang investor untuk melakukan pembelian. Menurut saya, beberapa saham yang patut untuk dikoleksi adalah; saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Koleksi pula saham-saham yang valuasinya sudah berada di bawah harga penawaran saham perdana mereka. Seperti PT Indika Energy Tbk (INDY).

Tentang saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang pekan lalu turun tipis, menurut saya harga sahamnya dijaga oleh market terutama pemain besar (baca:Bandar) agar tidak berada di bawah harga IPO, yaitu Rp 1.100 per lembar.

Saham Aneka Tambang (ANTM) juga masih bisa dikoleksi terkait perolehan dana yang terbilang cukup besar dari penjualan sahamnya di Herald Resources ke PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sementara itu, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Astra International Tbk (ASII) bisa di koleksi. PGAS masih menarik karena harganya telah terdiskon atau valuasinya rendah.

Sedang ASII disarankan beli untuk investasi jangka panjang. Hal ini terkait aksi perseroan yang mengincar bisnis energi selain pemasukan perseroan yang ditopang anak usahanya di bidang batubara dan alat berat.

Di sisi lain, investor komoditas akan mulai melakukan switching ke sektor perbankan dan telekomunikasi.

Sektor telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Telkom Tbk (TLKM) dinilai masih menarik meski dengan persaingan cukup ketat. Hal ini terkait kepemilikan perseroan atas infrastruktur terpasang seperti BTS (Base Transceiver System) yang tidak dimiliki pesaing lainnya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: