Beberapa Kiat Menghadapi Krisis

15 10 2008

Resesi ekonomi global bukan untuk dihindari namun dihadapi, dan lakukanlah langkah-langkah strategis guna memproteksi asset anda.

Terdapat bukti bahwa IQ dan pendidikan tinggi tidak cukup untuk membuat seorang investor dapat terhindar dari resiko. Pada tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris.

Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang fisikawan besar menggerutu bahwa “dia dapat menghitung gerakan benda-benda di langit, tetapi ia tidak bisa mengkalkulasi kegilaan para investor”. Newton melepas saham South Sea-nya dengan mengantongi 100% keuntungan sebesar £7,000. Namun, hanya beberapa bulan kemudian saham tersebut terbawa arus antusiasme pasar yang luar biasa, dan justru menyeret Newton merugi £20,000 (lebih dari $3 juta dalam uang sekarang).

Beberapa Tips Menghadapi Resesi Ekonomi:

  1. Hindari membeli Aset yang berbasis Dollar Amerika. Dalam pengertian ekonomi kapitalistik, aset bisa diartikan saham dan mata uang. Contoh aset yang sangat terkait dengan dollar amerika: saham perusahaan bluechip di pasar amerika
  2. Hindari memegang aset-aset kertas seperti saham, obligasi, dsb yg merupakan infrastruktur “buble ekonomi” Utamakan memegang aset-aset bernilai fundamental yang real namun liquid, seperti emas, atau logam mulia lainnya.
  3. Banyak orang bilang emas saat ini sudah mahal harganya. Tapi dengan adanya krisis keuangan saat ini, emas diperkirakan akan terus naik harganya.
  4. Usahakan untuk tetap liquid selama masa krisis. Liquid artinya, dengan mudah anda mencairkan aset anda pada saat membutuhkan. Kapan anda membutuhkan likuiditas? saat harga aset (saham, tanah, properti, dsb) mencapai titik terendah!, saat itulah waktu yg tepat untuk melakukan pembelian aset besar-besaran!.
  5. Pantau terus trend penurunan harga-harga saham di pasar saham dunia untuk memperoleh titik terendah/saat-saat recovery yang anda tunggu-tunggu. Saat recovery adalah saat dimana anda melakukan pembelian aset-aset kembali yg sudah berharga murah untuk memperoleh capital gain yg luar biasa.
  6. Hindari hutang-hutang pribadi. Utamakan untuk melunasi hutang anda dengan segera. Saat ini seluruh lembaga keuangan (bank, dsb) ingin meningkatkan likuiditasnya (salah satu caranya adalah dengan menaikan suku bunga).
  7. Perketat pengeluaran anda. Pengeluaran anda harus lebih kecil dari pemasukan anda. Rumuskan rencana belanja rumah tangga anda dengan baik.
  8. Untuk sementara hindari kredit (hutang) jangka panjang baru seperti kredit perumahan, dsb.
  9. Persiapkan dana krisis, yang hanya anda gunakan apabila krisis ekonomi benar-benar parah terjadi.
  10. Berinvestasi hanya pada aset-aset yang memiliki resiko investasi rendah. Dan saat yang tepat adalah pada saat krisis mencapai titik terendah (recovery).
  11. Jangan jadi pesimis. Sesungguhnya didalam setiap krisis ada banyak sekali peluang yang terbuka lebar.

Investor yang cerdik tidak mengabaikan trend Pasar. Namun anda harus berbisnis dengannya –sepanjang ia memenuhi kebutuhan anda.

Mudah-mudahan berguna!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: