Bursa Regional Rame-rame Ikuti Wall Street, Ambruk!

12 11 2008

financial crisisSelasa (11/11) atau Rabu dinihari tadi, menjadi salah satu hari kelabu bagi bursa saham di seluruh dunia setelah seluruh pasar modal melaporkan kinerja buruk selama perdagangan kemarin, termasuk Wall Street. Kejatuhan bursa itu dipicu oleh buruknya laporan keuangan sejumlah perusahaan raksasa dunia, yang tentu saja terimbas oleh lesunya ekonomi di Amerika.

Kecemasan terhadap kondisi ekonomi itu pula yang menyeret harga minyak hingga di bawah US$ 60 per barel.

Indeks Dow Jones berakhir turun 176,58 poin menjadi 8.693,96 setelah sebelumnya merosot hingga lebih dari 300 poin.

Sementara indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 20,26 poin menjadi 898,95, dan indeks Nasdaq merosot 35,84 poin menjadi 1.580,90.

Kejatuhan indeks Dow Jones itu kemudian menyeret indeks harga saham di bursa Eropa, seperti indeks FTSE 100 di Inggris yang harus jatuh 157,23 poin menjadi 4.246,69.

Sementara DAX di Jerman rontok 263,95 poin menjadi 4.761,58. Demikian juga dengan indeks CAC-40 Perancis yang melorot 169,34 poin menjadi 3.336,41.

Itu semua akibat suramnya kinerja keuangan perusahaan-perusahaan Amerika, seperti produsen aluminium Alcoa, General Motors, U.S. Toll Brothers, Starbucks, dan banyak lagi yang semuanya di bawah ekspektasi Wall Street. Belum lagi kabar mengejutkan dari peritel elektronik Circuit City Stores Inc. yang mengumumkan pihaknya mengajukan kepailitan awal pekan ini.

Sementara di Eropa tak kalah memprihatinkan. Krisis keuangan global saat ini telah membuat lembaga keuangan internasional kebat-kebit. Itu terlihat dar kinerja saham Commerzbank AG di bursa Jerman, yang jatuh 9,0%, Deutsche Bank AG rontok 8,0%, dan Allianz melorot 6,2%. Di London, saham Lloyds TSB rontok 9,1%, HBOS PLC ambles 7,9% dan HSBC PLC turun 5,3%.

Kabar buruk juga datang dari kawasan Asia, setelah pada perdagangan kemarin indeks Nikkei 225 rontok 272,13 poin menjadi 8.809,30, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong ambruk 703,73 poin menjadi 14.040,90.

Di wilayah lain di Asia, indeks Shanghai Composite China merosot 1,7% menjadi 1.843,61, sedangkan indeks di bursa Australia runtuh 3,6%, dan tak ketinggalan pula indeks harga saham di bursa Singapura, Taiwan dan Korea Selatan.

Kondisi ini kemungkinan akan berlanjut pada perdagangan Rabu (12/11). hari ini, karena belum ada sentimen positif yang mampu mengangkat kinerja bursa. (riset-iwan)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: