‘Pidato Tandingan’ SBY versi Effendi Ghazali

24 11 2009

Komentar sinis terhadap pidato Presiden SBY yang dianggap membingungkan terus bermunculan. Tak cuma komentar pedas, namun juga sindiran kreatif dalam bentuk pidato juga dilontarkan.

Adalah pakar Komunikasi Politik dari UI, Effendi Ghazali yang membuat ‘pidato tandingan’ tersebut. Pidato yang menurutnya 70 persen sama dengan pidato SBY semalam berisikan langkah konkret yang seharusnya SBY lakukan.

Berikut beberapa cuplikan pidato Effendi Ghazali yang berbeda dengan isi pidato SBY sebenarnya yang langsung dia baca sendiri di Rumah Makan Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Selasa malam (24/11/2009).

“Sebagaimana saya sampaikan dalam pertemuan dengan para pimpinan redaksi media massa kemarin malam, saya merasa out of court settlement lebih pas dalam konteks kasus Chandra dan Bibit. Namun tentu saja cara-cara penyelesaian terhadap kasus hukum yang memiliki perhatian publik luas seperti ini mesti berada dalam koridor konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku seraya dan sungguh-sungguh memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan pendapat umum.

Karena itu, sekarang saya sampaikan kepada kepolisian dan kejaksaan bahwa sikap dan arahan saya selaku Presiden Republik Indonesia adalah: dalam satu kali dua puluh empat jam ke depan sudah bisa dinyatakan oleh kepolisian dan kejaksaan, sesuai koridor hukum dan perundang-undangan, bahwa saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto bebas dari semua tuduhan yang dialamatkan ke mereka. Terutama karena tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum tersebut.

Dan sesuai dengan koridor hukum serta perundang-undangan pula, dalam satu kali dua puluh empat jam sesudah itu, saudara Chandra dan Bibit direhabilitasi namanya sehingga dapat bertugas kembali di KPK seperti sebelumnya.”

Effendi pun melanjutkan membaca pidato tandingannya itu.

“Setelah saya menerima hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century, maka sekarang saya nyatakan sikap dan arahan saya sebagai Presiden, yakni saya meminta kepada PPATK dalam waktu satu kali dua puluh empat jam untuk menyerahkan semua data transaksi keuangan terkait kasus Bank Century kepada kepolisian dan kejaksaan. Mekanisme inilah yang sesuai dengan koridor hukum dan perundang-undangan. Namun agar kasus ini betul-betul bisa dibedah secara fair dan cepat, maka saya meminta kepada kepolisian dan kejaksaan, agar dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sesudah penerimaan data dari PPATK tersebut, mereka memberikannya kepada lembaga-lembaga tinggi negara dalam justice system yang relevan, serta juga kepada para pemimpin redaksi media massa.”

Tak lupa, soal kasus Bank Century pun Effendi punya teks pidato sendiri:

“Saudara-saudara, sikap dan arahan ketiga saya yang sangat penting untuk saya sampaikan pada saat ini, adalah contoh langsung dari sikap tegas kita untuk melawan mafia hukum serta makelar kasus pada lembaga mana pun. Karena itu, sebagai Presiden RI, sesudah menyelesaikan pidato ini, saya akan langsung mengajukan laporan polisi terhadap Anggodo yang telah mencatut nama saya dan menyebar fitnah seakan-akan saya mengetaahui atau bahkan mem back up atau mendukung skenario yang mereka rencanakan,” kata Effendi berapi-api.

Pidato tandingan Effendi Ghazali tersebut mendapatkan pujian dari Direktur Pukat UGM, Zainal Arifin Mochtar.

“Harusnya isi pidato Presiden tegas seperti itu,” kata Zainal.

Di akhir sambutan, Effendi seakan menyindir SBY,”Ini 30 persen beda dengan pidato Pak SBY semalam, pidato seperti inilah yang lazim dalam komunikasi politik,” ujarnya sambil tersenyum. ** dikutip dari Detiknews


Aksi

Information

4 responses

25 11 2009
Cara Membuat Blog

Akhirnya pidato tanggapan presiden yang selama berhari-hari di tunggu-tunggu oleh masyarakat pun terealisasi juga. Pidato tersebut memang sangat krusial sebab menyangkut sikap presiden terhadap dua kasus yang saat ini terus menggelinding bak bola salju.

Berbagai tanggapan pun dari banyak pengamat pun menyeruak. Banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap piadto SBY sebab terkesan ngambang dan tidak menampakan sebuah solusi yang nyata. Namun, walau bagaimana pun itu adalah keputusan yang diambil oleh SBY.
Cara Membuat Blog

25 11 2009
Iwan Suryadi

Terima kasih komentarnya,

Publik menaruh harapan besar kepada Presiden untuk bersikap tegas terhadap persoalan BiBit-Chandra, tapi pidato yang disampaikan Presiden belum menjawab apa yang menjadi keinginan publik.

Menurut saya, dari pernyataan Presiden ada keraguan publik apakah betul kejaksaan dan kepolisian bisa melakukan apa yang menjadi keinginan publik berpotensi menimbulkan multi tafsir.

Namun dengan pernyataan Presiden yang multi tafsir tersebut, bisa membuat perhatian masyarakat tersedot kembali untuk menunggu bagaimana proses penyelesaian persoalan Bibit-Chandra yang akan dlakukan Presiden.

Sebagai tambahan, salah satu rekomendasi Tim Delapan yang sama sekali tidak disinggung Presiden, adalah soal pemberantasan mafia Peradilan. Padahal ini menjadi salah satu program 100 hari pemerintah.

Salam & Jabat Erat

Iwan

25 11 2009
Mel budi

Jadhkanlah suasana menjadi sejuk bukan makin memperkeruh keadaan

30 11 2009
Iwan Suryadi

Terima kasih responnya Bos..

Aku setuju dengan pendapat sampeyan. Aku senang dengan kestabilan, sejuk dan damai tanpa menghilangkan atau mengurangi rasa keadilan dan kebenaran .

Salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: