Tagihan Dari Ibu Pertiwi

25 11 2009

Premanisme pada tubuh penegak hukum di mata masyarakat kian mendekati titik nadirnya. Tingkah laku minor aparat hukum hampir terbabat, celah dan peluang untuk berbuat nakal hampir buntu karena saat ini semua mata rakyat Indonesia lekat-lekat mengawasi. Terima kasih saya ucapkan atas terjadinya kasus Cicak vs Buaya.

Namun bagi saya pribadi, seluruh drama itu sejujurnya sama sekali tak berimplikasi apapun. Bagi saya, yang saya pikir terutama sekarang adalah “kemanjuran” tools analisis dalam meraih gain di pasar diantara riuh rendah lakon drama itu.

Ya.. opportunis. Tapi setidaknya hal itulah yang dapat aku lakukan dalam memuaskan “rakyat” selain kepuasan pribadi dalam melakukan kajian fundamental dan teknikal pada bidang yang aku tekuni.

Bagi beberapa pengamat, kejadian yang menimpa negeri kita sekarang menurutnya menyita banyak energi Akan tetapi sebagian dari masyarakat malah menikmatinya. Tengok mereka yang berprofesi di ranah media. Koran hingga televisi tambun dengan berita sekitar Cicak vs Buaya.

Profesi terkait lainnya, pengacara atau mereka yang bergerak di ranah hukum. Juga terlihat antusias memanfaatkan momentum itu.

Beberapa hari terakhir, pasar modal sensitive dengan peristiwa yang terjadi di arena pergolakan dalam negeri. Sahut menyahut pendapat antar aparat untuk saling membuktikan, menuduh (meski dengan cara halus), menepis dugaan dan sebagainya membuat investor dan pelaku pasar lainnya selalu mewaspadai setiap perkembangannya.

Dan tak kecil pula gain yang didapat oleh investor (terutama asing) atas serentetan peristiwa yang menimpa bumi pertiwi kita.

Disusul dengan masalah yang menimpa industri keuangan kita, Bank Century, maka lengkaplah seluruh drama ini.

Paparan saya diatas merupakan contoh kecil dari sikap dan pandangan pesimis serta opportunis yang saya lakukan. Bukan tidak mungkin sikap dan kelakuan saya ini dilakukan oleh para pihak yang memiliki berbagai “kelebihan”, baik skill yang lebih qualified dan dukungan capital yang mumpuni untuk meraih lebih banyak “GAIN” di atas bumi pertiwi kita.

Kearifan kita, termasuk saya, ditagih oleh Ibu Pertiwi.

Siapa menanam angin.. akan menuai badai


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: