Harga Emas Makin Kinclong, Tapi Risiko Harus Dipotong

4 12 2009

Harga emas terus melaju, pada sesi perdagangan Kamis (03/12) menembus rekor tertinggi sepanjang masanya yakni di US$1.226.30 per troy ons. Para analis pun menerka pergerakan harga logam mulia ini hingga tahun mendatang. Seperti apa kira-kira pertumbuhannya?

Hingga semalam, emas di pasar spot diperdagangkan di level US$1,217.70/oz, naik US$4,70 (0,39%) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Logam mulia ini sempat menyentuh rekor baru US$1,226.30/oz di bursa NewYork Mercantile Exchange (NYMEX). Ini berarti, sejak awal tahun 2009, emas telah naik 39% dan dolar AS melemah 8,4% terhadap enam mata uang utama lain.

Kondisi bullish pada harga emas merupakan imbas dari aksi para investor yang memburu investasi safe haven sekaligus tahan banting menghadapi depresiasi dolar AS dan naiknya tingkat inflasi. Beberapa bank sentral pun cenderung menukarkan cadangan devisanya ke logam mulia emas, seiring jatuhnya dolar AS, seperti yang dilakukan oleh beberapa Bank Sentral.

Cadangan emas Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan dijual tahun ini tersisa 189,3 ton. Dua negara Adidaya di Asia, India dan China merupakan pembeli siaga stok IMF ini. Belum lagi, Rusia berniat menjual 50 ton cadangan emasnya untuk mendanai program stimulus.

Pemerintahan di negara berkembang terus menambah persedian emasnnya, sementara pemilik terbesar belum melakukan penjualan. The European Central Bank kemarin melaporkan, tidak ada bank sentral yang menjual emas pada pekan kemarin.

Terkait hal tersebut, CEO Newmont Mining Corp., Richard O’Brien memprediksikan, harga emas tahun depan bisa mencapai level US$1.350, bahkan angka US$1.500 pada 2011. “Hal ini karena melemahnya dolar dan permintaan investasi baru,” paparnya.

Berbeda dengan Dominic Schnider, kepala riset komoditi di UBS Wealth Management di Singapura. Menurutnya, harga emas akan mencapai level tinggi dalam waktu lama. Untuk 2010, ia memperkirakan harga emas hanya akan mencapai level US$1.300 per ons, dengan titik support di US$1.100 per t/oz. “Saya tidak memperkirakan harga yang berlebihan,” katanya.

Schider menilai, harga emas tidak akan mudah mencapai US$1.500 meksipun ada potensi dari kombinasi tingginya inflasi dan pelemahan dolar AS, berlanjut pada naiknya biaya produksi dan peningkatan permintaan.

Namun, imbuhnya, pada level 1.500, harga emas tidak sesuai dibandingkan pergerakan harga aset lainnya. “Perkembangan akhir-akhir ini melebihi apa yang wajar dan ini tidak akan berlangsung terus menerus,” paparnya.

Keuntungan logam mulia ini tampaknya mulai terbatas, terutama setelah emas berjangka naik 14% pada November lalu, peningkatan bulanan terbesar dalam setahun. Demikian pula indeks emas yang sejak 13 November, relatif kuat mencapai lebih dari 70. Kondisi ini membuka peluang bahwa harga logam mulia ini akan turun dalam jangka pendek.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: