Pekan Ini di BEI dan Pola Selama Ramadhan

9 08 2010

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu bergerak sangat fluktuatif. Setelah ditutup turun 0,34% pada di awal pekan, hari Senin (02/08), IHSG kemudian anjlok 2,79% pada perdagangan hari selasa (03/08) walaupun kemudian menguat sebesar 2.90% selama 3 hari berturut-turut. Bila dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya IHSG pekan lalu ditutup turun 0,28%.

Beberapa Analis menyatakan bahwa pelemahan IHSG tersebut didorong oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor mengingat bursa saham Indonesia sudah mengalami area jenuh beli  (overbought).

Bila dibandingkan dengan kenaikan yang terjadi pada bursa saham Singapura, Jepang, China dan Hongkong, kenaikan bursa saham Indonesia memang sangat signifikan, sehingga wajar apabila IHSG terkoreksi cukup dalam walaupun tidak ada sentimen negatif yang muncul.

Berbeda halnya dengan IHSG, indeks Dow Jones sebagai Indeks acuan dunia pekan lalu justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. kenaikan tersebut masih didorong oleh sentimen tumbuhnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan di Amerika pada kuartal II-2010 sehingga menumbuhkan kepercayaan investor.

Sebanyak 443 dari 500 perusahaan yang terdaftar di S&P500 telah merilis laporan keuangannya, dimana 75% dari perusahaan tersebut membukukan pendapatan diatas ekspektasi para analis.

Kuatnya sentimen dari sektor riil tersebut mampu mengabaikan sentimen negatif dari kondisi makro amerika yang justru mengalami penurunan.

Indeks Utama AS di Wall Street rata-rata tertekan, Regional berpotensi terkena imbas Dow Jones yang melemah sebesar 0,2% pada perdagangan hari Jumat (06/08) pekan lalu sebagai dampak dari menurunnya angka ketenagakerjaan AS. seperti diberitakan, pada jumat pekan lalu pemerintah Amerika mengumumkan bahwa ekonomi Amerika kehilangan 131.000 pekerjaan pada bulan juli, angka tersebut jauh dari prediksi analis di angka 65.000.

Departemen ketenaga kerjaan Amerika menjelaskan bahwa melambatnya pertumbuhan pekerjaan di Amerika didorong oleh lemahnya pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta.

Terus munculnya sentimen negatif mengenai kondisi makro ekonomi AS dan akan berakhirnya sentimen laporan keuangan emiten diprediksi akan mendorong investor di bursa AS untuk melakukan profit taking lebih cepat.

Walau demikian, sentimen tersebut kemungkinan tidak akan berimbas signifikan terhadap bursa saham Indonesia pekan ini mengingat IHSG secara tekhnikal telah mengalami koreksi yang cukup dalam selama pekan lalu.

Dari dalam negeri, bursa saham Indonesia pekan ini akan memasuki masa Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada masa Ramadhan transaksi yang terjadi di bursa saham Indonesia cenderung tipis baik itu secara volume maupun value.

Kondisi tersebut terjadi karena banyak investor yang akan cenderung keluar dari bursa untuk memenuhi keperluan finansialnya selama Ramadhan dan mengurangi aktivitasnya di Bursa Saham.

Walau demikian, kondisi tersebut tidak berarti IHSG akan jatuh, mengingat sejarahnya IHSG justru selalu memberikan gain yang signifikan selama bulan Ramadhan disamping itu IHSG pekan lalu juga telah mengalami koreksi yang cukup dalam.

Oleh karena itu IHSG pekan ini diprediksi akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, penguatan IHSG tersebut akan didorong oleh pembelian selektif khususnya terhadap perusahaan-perusahaan dengan kinerja positif berdasarkan laporan keuangan yang telah dirilis pada kuarter kedua 2010.

Have a great Ramadhan and Happy Trading🙂


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: