Outlook Pasar Pekan Ini

16 08 2010

Tiga perkembangan penting yang patut dicatat terkait perkembangan serta pergerakan di pasar uang, komoditas dan pasar ekuitas. Pertama, dolar rebound kuat menjelang akhir perdagangannya pekan lalu seiring rilis kebijakan pemerintah AS;”Fed QE Lite”  dan memangkas outlook ekonominya.

Investor serta pelaku pasar secara terbuka menyatakan tidak senang dengan versi ringan,”lite”, mengurangi kebijakan kuantitatif. Sinyal ketidaksetujuan investor dan pelaku pasar ditunjukkan, menurut kami dengan aksi massive selling di pasar saham sebelum pertemuan FOMC.

Akibatnya dolar AS rebound kuat setelah jatuh 3,3% sepekan di Dow. Terbuka peluang bagi indeks dolar menguat -meski sejak Juni sudah selesai- dan berpeluang bullish dollar untuk rally lebih lanjut.

Kedua, Euro bergerak melemah jelang penutupan pasar meskipun telah didukung data GDP yang kuat dari kawasan Eropa dan khususnya dari Jerman.

Melemahnya Euro mungkin menurut kami dapat dikaitkan dengan risiko serta ketidakseimbangan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di kawasan ekonomi Eropa.

Ketiga, di pasar uang, tercatat bahwa Yen Jepang sentuh level terkuat selama 15 tahun terhadap dolar. Namun, kemudian yen kembali melemah seiring spekulasi pendapat atas dugaan tindakan intervensi yang dilakukan oleh Bank Sentral Jepang.

Mencermati perkemabangan di sektor finansial, menurut kami salah satu fokus utama data fundamental ekonomi pekan ini diantaranya yakni berasal dari sektor manufaktur dan data perumahan AS, yang berpotensi memberi implikasi terhadap pergerakan saham di Wall Street.

Diperkirakan, Dow Jones kembali tertekan hingga mendekati level psikologisnya, 10.000, akibat rilis data tersebut.

Kemudian ada juga beberapa agenda ekonomi penting lainnya, terutama dari Inggris, termasuk Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI), Penjualan Retail (retail sales), data utang publik (public debt) maupun pertemuan BoE dengan pokok bahasan laporan inflasi kuartalan.

Padatnya data ekonomi dari Inggris sepanjang pekan ini, menurut kami, mungkin tidak banyak membantu pound terhadap dolar dan yen. Dan tentu saja, perkembangan mengenai intervensi yen di pasar uang dan apakah pasangan USD/JPY masih berpeluang menguji level 85, masih akan menarik perhatian investor dan pelaku pasar.

Sementara itu di Bursa Efek Indonesia,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan lalu telah tergelincir 7,6 poin atau 0,25%. Namun, indeks tetap bertahan di atas level 3.000, didukung kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.

Bertahannya sentimen positif Wall Street dan berlanjutnya aliran dana asing yang masuk ke bursa domestik, berhasil mengangkat indeks awal pekan ini mendekati level psikologis 3.100, tepatnya di 3.082.

Indeks terangkat kenaikan harga saham yang cukup merata di semua sektor, dengan pergerakan agresif dari SMRA, AKRA, GJTL dan JSMR.

Secara sektoral, finansial memimpin penguatan sebesar 1,1%. Kendati demikian, sentimen positif sektor komoditas tidak menjadikan saham-saham terkait mendominasi perdagangan. Demikian pula saham berkapitalisasi besar ASII yang justru cenderung stagnan.

Kendati demikian, perdagangan saat ini sudah cenderung sepi. Hal ini terjadi seiring berakhirnya eforia laporan keuangan semester pertama 2010 dan menjelang bulan puasa. “Investor mengurangi aktivitas di bursa selama sebulan ini,” katanya.

Namun, berbaliknya sentimen pasar global, baik bursa saham maupun komoditas, menahan laju kenaikan indeks lebih lanjut. Aksi profit taking yang menerjang IHSG setelah menguat empat hari berturut-turut, memicu indeks terkoreksi pada 3 hari perdagangan selanjutnya. Hal ini terjadi meskipun investor asing masih bertahan di sisi beli, dengan jumlah yang secara bertahap menurun.

Optimisme pasar akan penaksiran bank sentral AS (The Fed) yang mensinyalkan ekonomi positif dan kemungkinan melanjutkan stimulus ekonomi, ternyata jauh dari harapan. The Fed dalam pertemuannya justru akan menginvestasikan pembayaran pokok dari kepemilikan KPR nya ke dalam utang jangka panjang.

Hal ini untuk mengurangi biaya pinjaman dan salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, The Fed juga mengatakan pemulihan ekonomi akan lebih lambat dari yang diantisipasi dalam jangka pendek ini.

Koreksi yang signifikan kembali tidak dapat dihindari karena kuatnya tekanan negatif dari bursa saham regional, pasar komoditas dan pasar uang.

Dalam dua hari koreksi, sektor aneka industri memimpin pelemahan terbesar bursa. Sejumlah broker asing terlihat sangat agresif keluar dari saham ASII yang dianggap paling sensitif, sekalipun kinerja perseroan hingga Juni lalu, masih merupakan yang terbaik sepanjang sejarah. Koreksi emiten otomotif ini pun diikuti saham di kelompoknya, seperti UNTR dan AALI.

Koreksi saham ASII ternyata tidak lama. Pada Kamis (12/8), emiten ini berhasil rebound dan kembali mendominasi transaksi di bursa. Namun, saham sektor tambang menggantikan penurunan ASII, seiring anjloknya harga minyak dunia ke bawah level US$78 per barel.

Harga komoditas turun akibat penguatan dolar AS dan laporan IEA tentang peningkatan suplai BBM yang lebih besar dari perkiraan. Selain proyeksi penurunan permintaan minyak pada 2011. Sementara itu, data-data ekonomi global yang membukukan pelemahan, menginfeksi bursa regional serta IHSG untuk ditutup di level 3,025, dimana aksi jual asing mencapai Rp38 miliar.

Data Retail Sales China tumbuh lebih lambat dari bulan-bulan sebelumnya dan neraca perdagangan AS yang melebar pada Juni. Industrial Output Cina Juli naik 13,4%, kenaikan terkecil sejak Agustus 2009. Pertumbuhan Retail Sales sebesar 17,9%, lebih rendah dari Juni. Sedangkan neraca perdagangan AS pada Juni defisit US$49,9 miliar, tertinggi sejak krisis, Oktober 2008.

Namun, sejak awal perdagangan di akhir pekan, Jumat (13/8), IHSG sudah kembali mantap di teritori positifnya. Membaiknya bursa global dan regional serta munculnya kepercayaan pasar, membuat bursa berhasil rebound dan ditutup di level 3.053.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: