Pekan Padat Data Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Global

14 02 2011

Dolar rebound lebih lanjut di akhir pekan perdagangannya dengan dukungan dari keprihatinan pada krisis utang zona Eropa serta kenaikan dari imbal hasil obligasi AS.

Situasi di Mesir juga merupakan faktor pendorong menguatnya Dolar AS sebagai mata uang safe haven, setelah peristiwa runtuhnya rezim Hosni Mubarak, ditandai dengan peristiwa pengunduran diri Mubarak sebagai presiden Mesir dan menyerahkan kekuasaan kepada militer.

Pengunduran diri Mubarak tersebut mengakhiri kekuasaannya selama 30-tahun yang terjadi akibat protes rakyat Mesir selama hampir 3 pekan terakhir.

Perkembangan penting lainnya, yakni tercatat melemahnya Swissy dan Yen terhadap Dolar AS, akibat aksi risk-aversion, yang mungkin menjadi sinyal bahwa investor akan kembali melakukan aksi carry trades.

Masalah hutang kawasan Eropa masih menghantui pasar di penghujung pekan. Intervensi beli oleh ECB terhadap obligasi Portugal membuat pelaku pasar berspekulasi tentang kemampuan bayar negara-negara penghutang.

Selain itu, kebijakan mendasar dari BoE, Kamis (10/02) lalu yang meninggalkan tingkat suku bunga bank tidak berubah pada 0,5% dan tetap menjalankan program pembelian aset senilai GBP 200 Milyar. Yang sejalan dengan ekspektasi pasar secara umum.

Tidak ada rincian dari pernyataan kebijakan BoE. Sebaliknya, fokus inverstor serta pelaku pasar akan beralih ke data inflasi terbaru dan proyeksi output dalam Laporan Inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu (16/02) pekan ini. Selain itu, menyusul hasil MPC Meeting Minutes yang akan dirilis pada Rabu (23/02) pekan mendatang.

Pekan ini akan sangat sibuk dengan rilis data inflasi dan laporan pertumbuhan ekonomi dari seluruh penjuru dunia yang cenderung kian menyusut.

Beberapa kejadian patut mendapat perhatian khusus. Dari AS, kita dapati rilis indikator manufaktur, perumahan dan data inflasi, ditambah pertemuan FOMC dan pidato serta testimoni Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke.

Laporan inflasi dari BoE yang akan dipublikasikan esok, Selasa (15/02), memberikan proyeksi terkini pada tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi serta akan memberikan beberapa petunjuk untuk kenaikan tingkat bunga yang mungkin dilakukan oleh BoE.

Selain itu, Senin (14/02), Jepang akan memulainya dengan merilis produk domestik bruto (PDB) awal untuk kuartal keempat, sebelum Tokyo Stock Exchange dibuka, dan kemungkinan jadi berita buruk.

Ekonomi Jepang diharapkan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lima kuartal akibat konsumsi pribadi yang lemah. Pada basis tahunan, PDB Jepang mungkin telah menyusut sekitar 2% dari kuartal ketiga, menurut perkiraan yang disusun oleh FactSet.

Juga pada Senin (14/02) ini, Cina dijadwalkan untuk merilis data perdagangan untuk bulan Januari.  Ekspor dan impor diperkirakan telah meningkat pada tingkat yang lebih cepat dibandingkan bulan Desember 2010 lalu.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: