Pertumbuhan Domestik Inggris Menjadi Perhatian Investor Pekan Ini

21 02 2011

Dolar AS melemah terhadap hampir semua major currencies sepanjang perdagangannya pekan lalu. Tercatat, versus Euro turun berkisar 1.1%; Australia Dolar melemah 1.3% dan pelemahan terbesar yakni terhadap komoditas Emas, Dolar AS terdepresiasi hampir 2.4%.

Dari perspektive fundamental pertumbuhan ekonomi AS masih cenderung belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan.

Menurut kami, ada tiga unsur utama yang secara wajar dapat diharapkan memberikan pengaruh yang cukup bagi greenback untuk benar-benar berada pada titik kestabilan. Pergeseran dramatis mungkin diharapkan untuk mensupport Dolar hingga mampu memasuki zona positif di bursa finansial.

Menurut kami, terdapat tiga tema utama yang patut diawasi, yakni adalah: ancaman penurunan tajam risk appetite dan kepastian tingkat imbal hasil obligasi; yang tak terelakkan ialah soal tingkat bunga; serta kegiatan ekonomi yang ada saat ini masih cenderung relatif outperformance, kurang mendukung.

Konflik geopolitik yang muncul di Terusan Suez antara Iran dan Israel tak mampu memberikan support positif terhadap Dolar AS terhadap major currencies.

Beberapa data fundamental ekonomi masih belum cukup mendukung penguatan Dolar AS dan secara teknis, indeks Dolar gagal menguji resistance kuncinya, yang diperkirakan berada di area 78.78.

Risalah rapat FOMC untuk bulan Januari lalu menyisakan tipis optimisme perbaikan ekonomi, para pembuat kebijakan percaya bahwa pemulihan ekonomi akan terus mempertahankan dan memperkuatnya meskipun kecepatan perbaikan dalam pasar tenaga kerja relatif telah mengecewakan.

Tampaknya anggota FOMC akan mentolerir kebijakan QE2, akan tetapi mereka tidak akan mendukung adanya langkah-langkah tambahan. Beberapa proyeksi ekonomi menunjukkan prakiraan yang optimis lebih lanjut mengenai permasalahan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja sementara prospek inflasi relatif tetap terjaga.

Sementara itu, Bank Sentral Jepang, seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, tetap menahan tingkat acuan bunganya di level rendah, antara 0 hingga 0.1% p.a. Namun terdapat catatan positif seiring dengan publikasi kebijakan bunga pada pekan lalu.

Kalangan perbankan Jepang mencatat dalam pernyataannya, “ekonomi Jepang secara bertahap berkembang dari fase perlambatan saat ini”. Ini merupakan peningkatan dari referensi sebelumnya yang terkesan “berhenti” dari pemulihan. Perbankan juga mencatat bahwa ekspor dan produksi menunjukkan “tanda-tanda melanjutkan uptrend”.

Selanjutnya, BoJ juga berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar bagi negara untuk mengatasi deflasi dan kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penekanan pada stabilitas harga.

Fokus pasar pekan ini berada di Inggris, menurut kami, Poundsterling akan lebih bergerak volatile terhadap Dolar dan Yen. Tuntutan dan harapan adanya perubahan tingkat bunga dilontarkan hampir tiap hari oleh investor dan pelaku pasar lainnya.

Data pinjaman sektor publik (public sector net borrowing) yang dipublikasikan Selasa (22/02) dan risalah dari BoE, MPC minute- Rabu (23/02)- serta revisi data PDB, rilis Jum’at (25/02) akan menyita perhatian pelaku pasar. Sedangkan di awal pekan ini, Senin (21/02) bursa AS akan libur merayakan President’s day.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: