Dolar AS Rebound Atas Koreksi Minyak

26 02 2011

Dollar AS rebound terhadap Euro pada hari Jumat (25/02), didorong oleh pelemahan minyak yang terjadi setelah Arab Saudi mengatakan niatnya untuk meningkatkan pasokan guna menutupi kekurangan akibat ketegangan di Libya, sehingga greenback dapat kembali menjadi safe haven jika ketegangan di Timur Tengah meningkat.

Korelasi antara minyak dan dollar saat ini terbalik, namun menurut analis hubungan tersebut dapat melemah. Kendati kegagalan greenback di awal pekan untuk mempertahankan statusnya sebagai safe haven terkait gejolak di Libya, para pedagang tetap yakin Dollar dapat merebut kembali statusnya bahkan jika terjadi lonjakan minyak lagi.

Euro sempat menguat di awal sesi dipicu oleh pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa yang akan melawan inflasi, yang meningkatkan harapan bahwa suku bunga zona Euro akan naik lebih cepat daripada di Amerika Serikat.

“Fakta bahwa harga minyak menjauh dari level tertingginya berhasil dimanfaatkan oleh Dollar,” kata John McCarthy, direktur forex pada ING Capital Markets di New York. “Korelasi antara minyak dengan Dollar nampak kuat untuk saat ini, tapi saya tidak tahu untuk berapa lama.”

Sterling Loyo Pasca Revisi GDP Inggris

Sterling anjlok pada hari Jumat seiring data yang menunjukkan kontraksi pada prekonomian Inggris mengurangi ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga di pertengahan tahun dan memicu kecemasan bagaimana perekonomian mampu mengatasi kenaikan inflasi. Revisi GDP menunjukkan ekonomi Inggris menyusut 0,6% dalam 3 bulan terakhir tahun 2010, lebih rendah dari data awal dengan kontraksi 0,5%.

Sterling merosot ke posisi rendah 3-minggu versus Euro pasca data dirilis, memperpanjang koreksi turun terhadap euro minggu ini. Sterling memulai rally di awal tahun seiring berkembangnya spekulasi bahwa Bank of England akan mulai menaikkan suku bunga pada bulan Juni.

“Pasar masih menantikan kabar baik.Dan Sterling benar-benar beresiko mengalami koreksi jika kabar yang dinantikan tidak kunjung datang, dan menurut saya koreksi itu tengah terjadi saat ini,” kata Geoffrey Yu, analis mata uang pada UBS.

Trader mengatakan bahwa aksi beli oleh bank pemerintah Asia membantu membatasi pelemahan pound.

Rally Minyak Mereda, Franc Tergelincir

Franc Swiss terdepresiasi terhadap sebagian besar mata uang utama seiring meredanya kecemasan atas gangguan pasokan minyak global akibat kekacauan politik di Libya, sehingga mengurangi daya tarik mata uang ini sebagai safe haven.

Franc tergelincir dari rekor tertinggi versus greenback mengikuti minyak yang diperdagangkan lebih rendah hingga di bawah US$ 100 per barrel setelah Arab Saudi, AS dan International Energy Agency menyatakan kesiapan mereka untuk menutupi kekurangan distribusi pasokan.

“Tidak adanya berita utama dari Timur Tengah dapat menjadi faktor,” kata Nick Bennenbroek, kepala analis mata uang pada Wells Fargo & Co. di New York.

“Saham beranjak lebih tinggi, sehingga cenderung memberikan dorongan untuk pasar.” Indikator ekonomi utama Swiss naik diluar dugaan pada bulan Februari, seiring perekonomian menunjukkan kenaikan momentum. Indeks bulanan naik menjadi 21.8 dari revisi sebesar 21.6 di bulan Januari, menurut KOF Swiss Economic Institute di Zurich pada hari Jumat.

Bursa Saham Menguat

Saham AS mematahkan penurunan selama 3 sesi berturut-turut untuk ditutup lebih tinggi ditengah tipisnya volume, dipimpin oleh saham sektor teknologi dan keuangan, dan seiring harga minyak yang mulai stabil.

Namun indeks utama menutup minggu dengan persentase penurunan mingguan terburuk sejak bulan Agustus, mengakhiri serentetan kenaikan sejak 3 minggu yang lalu. Saham masih berada pada area positif untuk tingkat bulanan dan tahunan.

“Saya tidak terkejut, melainkan senang untuk melihat pasar dapat kembali pulih setelah turun pada awal pekan,” ucap Michael Sheldon, kepala strategis pasar pada RDM Financial.

“Ada banyak kesempatan bagi pasar untuk turun kemarin,” tambah Sheldon. “Masih terlalu dini untuk mengaatakan semua sudah jelas dan masalah di Timur Tengah sudah reda.”

Sebelumnya pasar saham tidak menghiraukan data GDP yang lebih rendah dari perkiraan. Perekonomian bertumbuh dengan laju 2.8% di kuartal keempat, menurut Dep.Perdagangan. Dan presiden Fed Richmond, Jeffrey Lacker mengatakan bahwa Fed harus memulai menaris program pelonggaran moneternya sebelum inflasi menjadi masalah yang serius.

Lacker mengatakan bank sentral harus lebih cepat dari trend dan mulai mempertimbangkan kembali programnya sementara perekonomian berada dalam laju pemulihan. “Pemulihan telah stabil, dan pertumbuhan akan bertambah cepat,” ucap Lacker.

“Saat ini pada siklus bisnis kita harus menarik sebagian stimulus kebijakan moneter untuk mencegah kenaikan inflasi yang sering terjadi.”

 

>> For English Version Please Visit Us at AGANONE


Aksi

Information

2 responses

26 02 2011
Idi suwardi

Setelah baca blog ini saya dapat ide baru buat postingan besok terimakasih

5 03 2011
Idi suwardi

Keliling keliling di blog ini ternyata udah ada beberapa komen saya hehehe ternyata saya sering berkunjung ke blog ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: